Akhirnya Strootman Tak Bisa Bela Roma 2 Laga

Kevin Strootman vs Danilo Cataldi derby della capitale

Kevin Strootman akhirnya diputuskan bersalah dan mendapatkan hukuman tidak boleh bermain di dua pertandingan selanjutanya untuk membela AS Roma.

Seperti yang diketahui sebelumnya, saat pertandingan Derby della Capitale antara Roma vs Lazio akhir pekan lalu terjadi insiden di menit ke 67. Insiden tersebut terjadi saat Strootman dinilai memprovokasi pemain Lazio, Danilo Cataldi.

Dalam pertandingan itu, Strootman berhasil menyumbangkan angka perdana bagi AS Roma pada menit ke-64. Namun setelah melakukan selebrasi, pemain berdarah Belanda ini menyiramkan air ke muka Cataldi. Merasa kesal, Cataldi pun langsung menarik kerah Strootman hingga ia terjatuh dan memicu keributan sesaat antara pemain kedua tim.

Pada menit ke 67 akhirnya, Cataldi mendapatkan kartu merah langsung dari Luca Banti, sang wasit yang berjaga saat itu dan akan absen satu pertandingan. Sementara Strootman hanya mendapatkan kartu kuning pada pertandingan itu.

Pihak Liga Serie A telah melakukan investigasi terkait keributan itu dan akhirnya mereka telah mengumumkan hasilnya. Kini Kevin Stoortman dilarang bermain dua pertandingan selanjutnya di Serie A dan saat itu adalah pertandingan melawan AC Milan dan Juventus.

Memang penyemprotan air kepada Cataldi dianggap sebagai tindakan provokatif, namun hal tersebut itu bukan termasuk ‘melakukan kekerasan atau perilaku serius yang tidak sportif’.

Mauro Baldissoni selaku Direktur AS Roma, merasa shock dan bingung dengan keputusan dari penyenggara Serie A memberikan sanksi dua pertandingan kepada Strootman. Ia berpendapat bahwa hal ini tentunya  akan mempengaruhi Roma dalam menghadapi AC Milan dan Juventus.

Seperti yang dikutip dalam Football Italia, Baldissono mengatakan, “Kami terkejut dan terus terang bingung mendengar berita ini. Jelas banding akan diajukan dan akan didengar sebelum pertandingan melawan Milan,  Ini sangat bisa diperdebatkan, sebagai bukti video ini disebut ‘simulasi’ namun Cataldi-lah yang seharusnya dihukum karena melakukan kekerasan,”.

Ia melanjutkan “Ini adalah saat-saat kritis musim ini, kami akan menghadapi tim peringkat pertama dan ketiga di klasemen, dan kebetulan, kami mendapat skorsing dua pertandingan ini. Ini adalah pertama kalinya bahwa aturan telah diterapkan dengan cara ini, jadi sekali lagi Roma telah diperlakukan sebagai kelinci percobaan dalam hukum olahraga dan dengan dua pertandingan besar di depan mata,”.

Mungkinkah keputusan tersebut dapat dicabut oleh pihak penyelenggara? Kita lihat saja nanti.