Juventus Menangi Roma, Allegri Sempat Marahi Timnya

Massimiliano Allegri, Gonzalo Hoguain, Juventus, Juventus Vs Roma, serie A, Serie A
Juventus Ungguli Roma

Massimiliano Allegri pelatih Juventus sempat menanggapai tentang komentar bahwa klubnya banyak memiliki musuh mengingat mereka selalu memenangkan pertandingan dan sulit ditaklukan, namun menurutnya itu hal yang wajar.

Secara data Bianconeri memang mendominasi kompetisi domestik di Italia terutama dalam lima musim terakhir. Bahkan sebenarnya bukan hanya itu saja karena dalam urusan bursa transfer pemain, mereka juga sukses melemahkan kekuatan para lawan mereka dengan merekrut pemain terbaik dari lawannya. Sebut saja Gonzalo Higuain dari Napoli dan Miralem Pjanic dari AS Roma. Mungkin hal ini yang membuat Juventus menjadi dibenci di Italia.

Ia mengatakan “Juventus berlari dalam persaingan sendiri. Kami memainkan satu pertandingan ke pertandingan selanjutnya seperti biasa, mencoba untuk meraih kemenangan yang akan membawa tiga poin dan membawa kami lebih dekat ke Scudetto, Adalah hal yang normal jika Juventus memiliki banyak musuh, nanti musuh utama kami adalah Roma. Kemudian di pertandingan berikutnya, musuh kami Bologna, lalu ada Fiorentina dan Lazio,”.

Ia melanjutkan, “Semua tim di Italia adalah musuh Juventus, lebih kepada siapa yang menyaingi kami untuk meraih gelar juara. Saya rasa itu adalah hal yang normal, itu hanyalah bagian dari permainan. Pada akhirnya bukanlah hal aneh bagi Juventus untuk melawan semua tim untuk membawa pulang gelar,”.

Memang didikan Allegri sangat ketat, bahkan Ia mengaku marah setelah pertandingan antara klubnya dengan AS Roma usai padahal Juventus mampu poin penuh dengan skor 1-0 dalam laga tersebut.

Ia merasa kecewa dengan permainan pasukannya yang dianggapnya terlalu beresiko. Walau unggul relatif cepat, namun mereka harus berjuang habis-habisan untuk dapat mempertahankan keunggulan tipis tersebut.

Kepada Mediaset Premium, Ia mengatakan “Saya marah pada akhir pertandingan karena kami tidak menjaga keunggulan kami dengan baik pada akhir pertandingan. Roma adalah tim yang memiliki fisik tangguh dan kami mengambil banyak resiko lewat bola mati. Saya marah pada diri sendiri karena kami harusnya tidak memberikan peluang itu kepada Roma,”.

Meskipun begitu, sang peltih akhirnya tetap puas karena Juve mendapatkan tiga poin penting dalam pertandingan itu. Akan tetapi walau sudah unggul cukup jauh, ia sangat menegaskan bahwa perburuan gelar juara masih jauh dari kata akhir.

Ia menambahkan, “Saya senang kami menang lagi. Sekarang kami punya 42 poin dengan dua laga lagi sampai tengah musim yang sebenarnya. Ini adalah kemenangan penting. Kami sudah unggul tujuh poin dari Roma, tapi musim masih sangat panjang.”