Manuel Pellegrini Sesalkan pengumuman Penunjukkan Pep Guardiola.

Manuel Pellegrini Sesalkan pengumuman Penunjukkan Pep Guardiola.

Manuel Pellegrini Sesalkan pengumuman Penunjukkan Pep Guardiola.

Selepas resmi meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Manchester City, pelatih asal Chile itu barulah mengakui bahwa pengumumkan terpilihnya Pep Guardiola sebagai suksesornya pada februari silam, telah mengubah momen dan atmosfer para pemain.

Manajer asal Chile, Manuel Pellegrini, menyesalkan munculnya pengumuman Pep Guardiola sebagai suksesornya di Manchester City sejak februari silam yang dia anggap sebagai faktor utama kemerosotan Joe Hart Cs sejak saat itu dalam perburuan trofi. Seperti diketahui, Manchester City memang telah mengumumkan kesepakatan yang mereka capai dengan pep Guardiola untuk menjadi Manajer Tim Utama musim depan, sejak bulan februari 2016 kemarin. Pengumuman yang terlalu dini itu sejatinya dinilai telah mengubah performa dan atmosfer para pemain manchester City, sampai keluar dari perburuan gelar juara. Pellegrini sendiri sempat membantah anggapan tersebut, namun selepas partai terakhirnya melawan Swansea, pelatih asal Chile mengakuinya.

“Di ajang Liga Primer inggris, perjalanan tim secara keseluruhan adalah sesuatu yang amat penting, kami mungkin telah mengakhirinya, tidak seperti harapan fans. Selama satu musim, kami berjuang meraih satu tempat di ajang Liga Champions Eropa musim depan. Jadi, pencapaian ini menurut saya memang layak, sebelumnya, kami selalu dekat dengan pemuncak klasemen”

“Namun, pada februari kemarin, ada banyak hal yang terjadi dan saya tidak bisa menganalisanya lebih lanjut. Kami telan kekalahan dari tangan leicester dan Tottenham, pada saat yang bersamaan, klub juga mengumumkan hal yang akan terjadi pada masa mendatang (Penunjukkan Pep)”

”Bagi saya, atmosfer para pemain setelah itu menjadi tidak baik, dan tidak bisa terus berjuang meraih trofi Juara” Kata Pellegrini kepada Sky Sports News.

Manchester City akhirnya finish di peringkat keempat klasemen akhir liga primer inggris, dan terancam tidak tampil di Liga Champions musim depan, jika Liverpool sukses memenangi Trofi Liga Europa 18 mei mendatang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*