Posisi di Rotasi, Rashford Tak Emosi

Marcus Rashford, Manchester United, jose mourinho, liga inggris, premier league
Marcus Rashford

Marcus Rashford merupakan pemain Manchester United yang saat ini posisinya sedang di rotasi oleh pelatihnya, Jose Mourinho. Awalnya Ia menjadi penyerang tengah dalam klub tersebut namun kini ia ditempatkan menjadi pemain sayap kiri.

Performanya di posisi sebagai penyerang tengah sebenarnya banyak dipuji orang. Terutama karena ia tergolong pemain yang cerdas ditambah dengan kecepatan lari yang diatas rata rata. Mereka sangat menyayangkan rotasi tersebut.

Rashford memang jarang dimainkan di Manchester United mengingat usianya masih muda belum banyak pengalaman. Tercatat di musim lalu Ia hanya dimainkan 11 kali dan menyumbangkan 5 buah gol, sedangkan saat ini, dari 11 gali penampilannya, Ia hanya bisa memasukkan tiga kali saja di liga Premier.

Walaupun posisinya di rotasi, Rashford tak emosi. Ia tak mempermasalahkan tentang hal itu. Ia justru malah akan memanfaatkan momen tersebut untuk dapat menambah ilmunya dan pastinya akan berguna dikemudian hari.

Ia mengatakan pada Sky Sports News “Bermain sebagai pemain sayap akan membantu saya berkembang untuk bermain di tengah dalam jangka panjang. Melihat permainan dari perspektif yang berbeda, itu sangat membantu permainan saya. Ketika saya mendapatkan kesempatan untuk bermain di tengah, saya menemukan hal-hal yang lebih alami sekarang. Saya pikir itu membantu permainan saya,”

Ia melanjutkan “Ketika saya sudah bermain sebagai pemain sayap, ada posisi-posisi di mana Anda dapat menempatkan bola kepada striker dan ketika saya kembali ke tengah saya mengerti posisi mereka lebih dari sebelumnya. Ini bukan hanya tentang menunjukkan orang-orang apa yang dapat Anda lakukan pada bola di posisi-posisi yang lebih luas, ini tentang mendapatkan pemahaman penuh dari setiap posisi dan apa yang diperlukan untuk mendapatkan tempat itu,”.

Selain belajar menjadi wenger, diam diam ia mencuri ilmu dengan berlatih bersama kiper klubnya David de Gea. Menurutnya dengan rutin latihan menghadapi salah satu kiper terbaik dunia, ia merasa lebih percaya diri untuk mencetak gol ke gawang kiper manapun.

Ia juga membeberkan kepada Sky Sport ‚ÄúSebagai pencetak gol, ada beberapa finishing yang harus diasah, yang mungkin belum pernah anda dengar. Namun anda tidak pernah tahu, ketika itu terjadi anda harus siap. Ada beberapa finishing natural, namun ada juga yang harus terus anda latih dan anda bayangkan terjadi di pertandingan sebelumnya. Anda harus menentukan finishing seperti apa yang akan anda gunakan nanti.”

Ia melanjutkan, “Namun jika saya bisa mencetak gol ke gawang David di sesi latihan, saya tahu saya bisa mencetak gol ke gawang siapapun.”